Honda X-Tracker 150 Batal Masuk Indonesia, Honda Daftarkan X-Tracker Versi 125cc?

Diterbitkan: 12 Maret 2026 | Sumber: APMOTOR Investigasi & DJKI Kemenkumham
Honda X-Tracker 150 dan X-Tracker 125 perbandingan

Honda X-Tracker 150 versi Thailand (hijau) vs Honda X-Tracker 125 yang terdaftar di Indonesia (merah).

Jakarta, 12 Maret 2026 – Kabar gembira yang beredar beberapa waktu lalu tentang kedatangan Honda X-Tracker 150 ternyata harus ditelan pil pahit. Setelah heboh pemberitaan di berbagai media tentang peluncuran motor bebek trail 150cc di IIMS 2026 dengan harga Rp16-18 jutaan, fakta terbaru justru berbicara lain.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham, Honda benar-benar mendaftarkan merek "X-Tracker" untuk pasar Indonesia. Namun ada satu detail kecil yang luput dari pemberitaan sebelumnya: angka 125 yang menempel di belakang namanya!

🔍 Bukan 150cc, Tapi 125cc!

Sumber internal Kemenkumham membenarkan bahwa PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi telah mendaftarkan merek "Honda X-Tracker 125" untuk dipasarkan di Indonesia. Artinya? Varian 150cc yang selama ini diidam-idamkan para pecinta bebek trail DIPASTIKAN TIDAK AKAN MASUK!

"Pendaftaran merek dilakukan pada awal tahun 2026 dengan kelas barang kendaraan bermotor roda dua. Yang didaftarkan jelas tertulis X-Tracker 125, bukan 150," ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

🤔 Kenapa Bukan 150cc?

Spekulasi mulai bermunculan di kalangan pengamat otomotif. Beberapa alasan yang mungkin melatarbelakangi keputusan ini:

  1. Efisiensi Pasar – Mesin 125cc dianggap lebih ekonomis dan sesuai dengan kantong mayoritas konsumen Indonesia yang sensitif terhadap harga.
  2. Segmentasi Produk – Honda mungkin ingin memberi jarak dengan Honda Sonic 150R atau Supra GTR 150 yang sudah lebih dulu ada di pasar.
  3. Regulasi Emisi – Mesin 125cc generasi terbaru dinilai lebih mudah lolos uji emisi dengan biaya pengembangan lebih murah.
  4. Fokus ke Irit BBM – Dengan klaim konsumsi BBM mencapai 50 km/liter, mesin 125cc adalah pilihan paling logis untuk mencapai angka tersebut.

🇹🇭 Yang 150cc Itu Motor Thailand!

Para netizen yang aktif di forum-forum otomotif rupanya ikut angkat bicara. Beredar informasi bahwa Honda X-Tracker 150 yang banyak diulas di media online ternyata adalah motor pasar Thailand yang TIDAK PERNAH masuk jalur resmi Indonesia.

"X-Tracker 150 itu motor Thailand! Kita di sini cuma dapat versi 125, mirip kayak XRM di Filipina," tulis seorang warganet di kolom komentar.

Memang, di pasar Thailand, X-Tracker 150 sudah lama dijual dengan basis mesin CRF150L. Karakternya lebih ke supermoto jalanan dengan velg 17 inci dan ban aspal. Sementara untuk Indonesia, konsepnya diubah menjadi dual-purpose adventure dengan ban agresif dan ground clearance tinggi.

Honda X-Tracker 125 warna hitam tampak depan

📊 Spek Sementara X-Tracker 125 (Berdasarkan Bocoran)

Spesifikasi Keterangan
Mesin 125cc, 4-tak, SOHC, pendingin udara, injeksi PGM-FI
Daya ±10-11 HP (estimasi)
Transmisi 5-percepatan manual
Fitur Lampu LED, speedometer digital, ABS single channel (varian tertinggi)
Ban Dual-purpose (aspal dan tanah)
Ground Clearance Tinggi, ala motor trail
Harga Rp15 - Rp17 jutaan (estimasi)
Honda X-Tracker 125 warna biru hitam tampak depan

😤 Reaksi Publik: Kecewa Berat

Di media sosial, reaksi kekecewaan publik tidak terhindarkan. Banyak yang merasa "dibohongi" oleh pemberitaan X-Tracker 150 yang sempat viral.

"Gue udah nabung dari tahun lalu buat X-Tracker 150, taunya cuma 125. Ya ampun Honda," keluh seorang warganet di Twitter.

"Daripada 125, mending XRM 125 dari Filipina. Itu udah 9,5 HP dan harga sama," timpal warganet lain.

Namun ada juga yang mencoba melihat sisi positif. "Buat harian, 125cc lebih irit. Apalagi klaimnya 50 km/liter, cocok buat turing irit," kata pengguna lain.

🔧 Siasati dengan Ganti Mesin?

Di kalangan bengkel modifikasi, kabar ini justru disambut sebagai peluang. Sejumlah mekanis di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, mengaku sudah siap menerima orderan swap engine atau ganti mesin.

"Kalau X-Tracker 125 jadi rilis, pasti banyak yang minta ganti mesin 150cc. Mesin Sonic atau Supra GTR bisa dipasang," ujar Ucup, mekanis bengkel spesialis Honda.

Biaya swap engine diperkirakan mencapai Rp5-7 jutaan, belum termasuk biaya tambahan lainnya. Total investasi bisa mencapai Rp22-24 jutaan, atau setara motor 150cc baru dari pabrikan lain.

📅 Lalu, Kapan Rilis Resmi?

Hingga berita ini diturunkan, PT Astra Honda Motor (AHM) masih bungkam terkait kepastian peluncuran X-Tracker 125. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, motor yang sudah terdaftar di Kemenkumham biasanya akan meluncur dalam kurun waktu 3-6 bulan ke depan.

Artinya, kita bisa berharap X-Tracker 125 mulai terlihat di diler Honda pada pertengahan hingga akhir 2026.

Yang jelas, angan-angan X-Tracker 150 harus sirna sudah! Honda memilih jalur aman dengan mesin 125cc yang terbukti irit dan bandel. Setidaknya, kita masih bisa berharap pada desain dan fitur yang tetap keren.

💬 Penutup

Bagaimana menurut Anda? Apakah X-Tracker 125 tetap menarik meski bukan 150cc? Atau Anda lebih pilih mengimpor XRM 125 dari Filipina? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!

Artikel ini adalah opini dan analisis berdasarkan dokumen pendaftaran merek di Kemenkumham serta perbandingan data dari berbagai sumber. Untuk kepastian spesifikasi dan waktu rilis, tetap tunggu pengumuman resmi dari PT Astra Honda Motor.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iklan

Database Artikel

    paling banyak dibaca