Dianggap Biang Kerok Tabrakan Kereta Bekasi Inilah Penyebab Vinfast Green SM Mogok di Rel.
📸 Mobil taksi listrik VinFast Green SM terseret KRL setelah mogok di perlintasan JPL 85, Bekasi Timur.
Sopir Green SM mengakui mobilnya tiba-tiba mati total dan setir mengunci saat berada tepat di perlintasan JPL 85. Ia sempat keluar dan merokok sebelum KRL datang menyeret mobilnya.
VinFast dan Green SM kini menjadi sorotan. Kenapa mobil listrik bisa mogok mendadak dan rodanya mengunci? Ini analisis teknisnya!
📋 Kronologi: Taksi VinFast Mogok, Roda Ngunci, Warga Gagal Dorong
Insiden bermula sekitar pukul 20.50 WIB di perlintasan sebidang JPL 85, dekat Stasiun Bekasi Timur. Sebuah taksi listrik VinFast Green SM berwarna hijau melintas dari arah utara ke selatan. Saat berada tepat di tengah rel, mobil tiba-tiba mogok total dan tidak bisa bergerak.
Sopir Green SM yang selamat mengakui bahwa setir mobil mengunci dan mesin mati mendadak. "Jadi kaya gini nih pak, ini ngunci langsung, jadi kita mau jalanin ininya gak bisa," ujar sopir tersebut dalam video yang viral di media sosial.
Penjaga perlintasan dan sejumlah warga berusaha mendorong mobil, namun gagal karena roda terkunci. Tak lama berselang, KRL Commuter Line dari arah Cikarang menuju Jakarta melintas dan menabrak taksi yang masih melintang di rel. Mobil terseret sejauh 50 meter ke arah stasiun.
KRL yang menabrak kemudian berhenti sesuai prosedur. Namun, saat KRL lain dari arah berlawanan sedang menurunkan penumpang di Stasiun Bekasi Timur, KA Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya melaju dari belakang dan tidak sempat berhenti penuh, menghantam KRL hingga gerbong wanita ringsek parah.
📰 Baca Juga Kronologi Kecelakaan Bekasi:
🔧 Kenapa Mobil Listrik Bisa Mogok dan Roda Mengunci?
Insiden ini menyoroti kelemahan teknis kendaraan listrik yang jarang diketahui publik. Berdasarkan analisis otomotif, penyebab utama mobil listrik mogok mendadak dan roda mengunci adalah gangguan pada baterai 12 volt atau sistem ICCU (Integrated Charging Control Unit).
- Baterai 12 Volt Habis/Gangguan – Baterai ini berfungsi mengaktifkan sistem elektronik kendaraan, termasuk main relay yang menghubungkan baterai utama ke motor. Jika baterai 12 volt bermasalah, mobil mati total, setir mengunci, dan tidak bisa didorong.
- Gangguan ICCU – Komponen ini mengatur aliran listrik dari baterai utama ke baterai 12 volt. Jika ICCU rusak, baterai 12 volt tidak mendapat pasokan, sistem elektronik mati, dan mobil tidak bisa bergerak.
- Pernyataan Sopir – "Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin gak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat langsung mati sendiri," ujar sopir Green SM.
Kasus serupa pernah dialami pemilik VinFast VF3 di Bandung. Mobil tiba-tiba menunjukkan error dan tidak bisa dipindahkan, yang akhirnya diselesaikan dengan pembaruan perangkat lunak (firmware).
🚦 Teori Baru: Medan Elektromagnetik Mobil Listrik Gangguan Sinyal KA?
Selain masalah teknis pada mobil, muncul teori kontroversial dari pakar transportasi. Keberadaan mobil listrik yang mogok di atas rel besi diduga dapat mengganggu sistem persinyalan kereta api.
Bodi dan komponen elektrik mobil listrik dapat menciptakan interferensi elektromagnetik yang mengganggu track circuit (sirkuit pendeteksi kereta). Gangguan ini bisa membuat sinyal tidak mendeteksi adanya KRL yang sedang berhenti, sehingga peringatan tidak diteruskan ke KA Argo Bromo yang melaju di belakangnya.
Teori ini masih dalam penyelidikan oleh KNKT. Namun jika terbukti benar, ini akan membuka isu besar tentang keselamatan operasional kereta di era kendaraan listrik yang semakin masif.
📢 Publik Kecam Pernyataan Green SM: Minim Empati, Tak Ada Maaf
Green SM Indonesia merilis pernyataan resmi melalui akun Instagram @id.greensm pada Selasa dini hari. Namun, pernyataan tersebut dihujat publik karena tidak mengandung kata "maaf" atau "turut berduka cita".
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," demikian bunyi pernyataan Green SM.
Netizen mengecam keras. "Keselamatan adalah prioritas, tapi unit mereka mogok di tengah rel dan menyebabkan belasan orang meninggal. Di mana kata maafnya?" tulis salah satu komentar.
Kementerian Perhubungan bergerak cepat. Menhub Dudy Purwagandhi memerintahkan Dirjen Perhubungan Darat untuk memanggil Green SM melakukan evaluasi operasional.
🚨 VinFast Jadi Biang Kerok? Roda Ngunci, Nyawa Melayang
Tragedi Bekasi Timur membuka mata publik. Mobil listrik VinFast Green SM yang mogok di rel dan rodanya mengunci menjadi pemicu awal bencana beruntun yang menewaskan belasan orang.
Sopir mengakui setir mengunci dan mobil mati total. Warga gagal mendorong. KRL menabrak mobil, berhenti, lalu KA Argo Bromo menghantam dari belakang. Ini adalah efek domino yang seharusnya bisa dicegah jika armada VinFast andal atau sistem persinyalan KAI berfungsi optimal.
Yang mengejutkan, pernyataan Green SM minim empati – tidak ada maaf, tidak ada belasungkawa. Publik pun murka. Kemenhub pun turun tangan memanggil Green SM untuk evaluasi.
Kesimpulan Ghibah: VinFast dan Green SM tidak boleh lepas tangan. Belasan nyawa melayang akibat mogoknya armada mereka. Ini PR besar bagi industri kendaraan listrik di Indonesia. Jangan hanya jualan, tapi pastikan kendaraan aman dan andal! 🚨
📰 Baca Juga Artikel VinFast Lainnya:
📑 Info Lengkap Seputar Otomotif:
© 2026 AP Motor – Rubrik Lantas. Mobil VinFast Green SM mogok di rel dan rodanya mengunci menjadi pemicu awal kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Sopir mengakui setir ngunci. Publik kecam pernyataan Green SM yang minim empati. Kemenhub panggil Green SM untuk evaluasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar