Dreame Nebula Next 01 Meluncur, Hypercar 0,9 Detik Pakai Teknologi Roket!
📹 Dreame Nebula Next 01 – first look hypercar listrik dengan teknologi roket padat ganda.
Ya, Anda tidak salah baca. Hypercar ini tidak hanya bermodal baterai, tapi juga dua booster roket padat (solid rocket booster) yang menghasilkan dorongan 100 kN — setara mesin pesawat Boeing 737. Dipadukan dengan baterai all-solid-state, tenaga 1.903 hp, dan sistem autonomous L3+.
Dreame Nebula Next 01 Jet Edition: Hypercar yang kurang cepat disebut roket. Siapa di baliknya? Yuk kita bedah!
🚀 Dari Vacuum Cleaner ke Hypercar: Perjalanan Gila Dreame
Dreame Technology berdiri pada 2017. Awalnya mereka dikenal sebagai produsen alat rumah tangga pintar — vacuum cleaner, robot pembersih, pengering rambut. Ya, brand yang biasa Anda lihat di toko elektronik.
Tapi Founder Dreame, Yu Hao, punya mimpi lebih besar. Alumni Tsinghua University ini merintis proyek mobil sejak lebih dari satu dekade lalu melalui "SkyAxis Program". Pada Agustus 2025, Dreame resmi mengumumkan "Drive Next" — masuk ke industri otomotif pintar.
Dan pada 27 April 2026, di sebuah acara eksklusif di San Francisco, Silicon Valley — pusat teknologi dunia — Dreame resmi melantai dengan Nebula Next 01 Jet Edition yang mengguncang jagat otomotif global.
⚙️ Spesifikasi Gila: Lebih Cepat dari Pesawat Take Off?
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| 0-100 km/jam | 0,9 detik |
| Sistem Penggerak | Dual Solid Rocket Booster + 4 Motor Listrik |
| Tenaga | 1.903 hp |
| Thrust (Dorongan) | 100 kN (~22.500 lbf, setara mesin Boeing 737) |
| Baterai | All-solid-state sulfida, densitas >450 Wh/kg |
| Jarak Tempuh (CLTC) | >550 km |
| Jarak Pengisian 30-80% | 10 menit (klaim) |
| Kekakuan Torsi | 45.000 Nm/derajat (melebihi Porsche Taycan) |
| Sasis | Full steer-by-wire, 14 derajat kebebasan |
| Koefisien Drag | 0,185 Cd |
| Autonomous Driving | L2++ (siap L3+), VLA + World Model |
| LiDAR | DHX1, resolusi 2.160 garis, jarak deteksi 600m |
| Status | Konsep, target produksi 2027 |
| Estimasi Harga | >RM3-5 juta (~Rp11-18 miliar) |
📰 Baca Juga Hypercar & Supercar Lainnya:
🔥 Roket Beneran, Bukan Cuma Figuratif
Yang paling bikin dunia otomotif geleng-geleng kepala adalah teknologi pendorongnya. Nebula Next 01 Jet Edition menggunakan dual solid rocket booster — dua pendorong roket padat yang biasanya dipakai buat meluncurkan satelit atau rudal.
Saat pengemudi menginjak pedal, dalam waktu singkat, roket menyemburkan 100 kN dorongan. Sebagai gambaran: mesin pesawat Boeing 737 menghasilkan dorongan sekitar 90-120 kN per mesin. Artinya, mobil ini punya kekuatan setara pesawat terbang!
Setelah roket habis, 4 motor listrik 1.903 hp dan sistem full steer-by-wire langsung mengambil alih untuk menjaga stabilitas dan melanjutkan akselerasi.
🔋 Baterai All-Solid-State: Masa Depan yang Mulai Terwujud
Hypercar ini tidak hanya mengandalkan gimmick roket. Dreame juga serius di teknologi baterai. Nebula Next 01 Jet Edition dilengkapi baterai all-solid-state berbasis sulfida dengan densitas energi >450 Wh/kg — sementara baterai lithium ion konvensional di BYD Atto 3 hanya sekitar 150-200 Wh/kg.
Hasilnya: jarak tempuh >550 km (CLTC) untuk sebuah hypercar 1.900 hp — angka yang sangat efisien. Selain itu, pengisian daya dari 30% ke 80% bisa dilakukan dalam 10 menit (klaim).
🧠 AI-Defined Vehicle: Lebih dari Sekadar Software
Dreame percaya era "Software-Defined Vehicle" sudah usai. Sekarang masuk era "AI-Defined Vehicle" (AIDV). Mereka menghadirkan platform autonomous driving berbasis VLA (Vision-Language-Action) dan World Model architecture.
Ditambah LiDAR DHX1 yang konon resolusi setara ultra-high-definition image (2160 garis) dan jarak deteksi 600 meter.
🌟 "Paling Heboh Sepanjang Hidup Saya" — Sebastian Thrun
Acara peluncuran Dreame Next di San Francisco bukan sekadar pameran biasa. Dr. Sebastian Thrun — Bapak Autonomous Vehicle modern, founder Google X Lab, Udacity, Kitty Hawk — hadir langsung.
— Sebastian Thrun
👍 Kelebihan & 👎 Kekurangan Dreame Nebula Next 01
✅ Kelebihan
- Akselerasi tercepat di dunia: 0,9 detik
- Teknologi roket padat yang benar-benar inovatif
- Baterai solid-state jarak >550 km + fast charging 10 menit
- Kekakuan torsi 45.000 Nm/deg — lebih kaku dari Porsche Taycan
- Full steer-by-wire dengan tank turn capability
- Autonomous L2++ siap L3+
- Diakui Sebastian Thrun — legitimasi kredibel
❌ Kekurangan
- Masih konsep — target produksi 2027
- Roket padat sekali pakai — perlu ganti setiap kali dipakai
- Harga astronomis — diperkirakan >Rp10 miliar
- Legalitas roket di jalan raya — tantangan regulasi besar
- Klaim performa perlu diuji independen
- Dreame bukan pabrikan otomotif — kredibilitas butuh waktu
🇮🇩 Nasib di Indonesia: Masih Mimpi Jauh
Untuk saat ini, belum ada tanda-tanda Dreame akan masuk ke Indonesia. Produksi massal pun masih 2027 untuk pasar global. Harga yang tembus >Rp10 miliar juga membuatnya mustahil dijual massal di Tanah Air.
Legalitas roket di jalan raya Indonesia jelas tidak akan lolos. Hypercar ini mungkin hanya bisa dipajang di garasi kolektor super kaya atau dipakai di sirkuit tertutup.
🚀 Dreame Nebula Next 01: Roket di Empat Roda
Dreame Nebula Next 01 Jet Edition bukan sekadar hypercar — itu adalah pernyataan bahwa perusahaan penyedot debu bisa mengalahkan pabrikan mobil sekaliber Porsche. Dari vac cleaner jadi hypercar roket.
Tapi tetap ada catatan besar: mobil ini masih konsep. Klaim 0,9 detik dan roket padat perlu diverifikasi. Selain itu, keberadaannya di jalanan Indonesia mungkin hanya mimpi panjang. Legalitas, harga, dan infrastruktur jadi kendala.
Kesimpulan Ghibah: Dreame baru datang, tapi sudah bikin heboh. Apakah mereka bisa mengeksekusi produksi massal pada 2027 dengan mempertahankan performa gila ini? Kalau iya, Bugatti, Rimac, Tesla, harus bersiap-siap gigit jari. Untuk konsumen Indonesia: terlalu mahal dan terlalu liar. Tapi tetap asyik buat dibaca! 🔥
📰 Baca Juga Artikel Lainnya:
📑 Info Lengkap Seputar Otomotif:
© 2026 AP Motor – Dreame Nebula Next 01 Jet Edition: hypercar dengan dual solid rocket booster (100 kN, 0-100 km/h 0,9 detik), baterai all-solid-state >450 Wh/kg, tenaga 1.903 hp. Target produksi 2027. Estimasi harga >Rp10 miliar. Belum ada kepastian masuk Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar