Harga Rp900 Juta Cuma Laku 105 Unit, Honda e:N1 Gagal Total!
📸 Honda HR-V listrik (e:N1) - resmi dihentikan setelah 3 tahun gagal bersaing di pasar Eropa.
Gagal total! Bahkan setelah harga dipangkas hingga Rp170 juta, mobil ini hanya laku 105 unit sepanjang 2025 di Jerman. Padahal, pesaing dari China seperti Jaecoo J5 justru laris manis.
Apa yang salah dengan Honda? Dan bagaimana nasibnya di Indonesia? Yuk kita bedah!
📉 Honda e:N1: Gagal Total di Eropa
Honda meluncurkan e:N1 pada pertengahan 2023 dengan ambisi besar. Mobil ini adalah versi listrik dari HR-V yang sudah terkenal di seluruh dunia. Tapi kenyataannya pahit. Di Eropa, pasar yang selama ini jadi kiblat mobil listrik, e:N1 tak laku keras. Beda cerita dengan Geely EX5 yang justru laris dengan fast charging 20 menit.
Bahkan di Jerman, pasar mobil terbesar di Eropa, Honda nekat pangkas harga dari €47.590 (Rp900 jutaan) jadi €38.990 (Rp730 jutaan). Selisih Rp170 juta! Tapi hasilnya? Cuma 105 unit terjual sepanjang 2025. Angka yang memalukan untuk merek sebesar Honda. BYD Sealion 7 dengan torsi 690 Nm bahkan lebih laku meskipun harganya juga di atas Rp700 juta.
Apa penyebabnya? Harga masih terlalu mahal dibanding pesaing dari China (MG, BYD) yang menawarkan fitur lebih canggih dengan harga lebih murah. Selain itu, jarak tempuh 412 km (WLTP) dianggap kurang kompetitif di kelas SUV listrik kompak yang rata-rata sudah 450-500 km.
🗺️ Nasib di Indonesia: Hadir tapi Sewa
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah HR-V listrik ini juga gagal total di sini? Jawabannya: tidak sepenuhnya gagal, tapi juga tidak sukses. Berbeda dengan MG4 EV yang laris manis di Indonesia dengan harga Rp405 juta, Honda memilih jalan aman.
Di Indonesia, mobil ini hadir dengan nama Honda e:N1. Bedanya, bukan dijual, tapi disewakan melalui skema langganan (subscription). Konsumen bisa "menyewa" e:N1 dengan tarif Rp22 juta per bulan selama 5 tahun (tanpa DP). Setelah 5 tahun, mobil dikembalikan ke Honda. Sebelum pajak EV 30% diterapkan, mungkin ini salah satu opsi terakhir untuk merasakan Honda EV.
Skema ini dipilih Honda Indonesia untuk menghindari risiko seperti yang terjadi di Eropa. Dengan menyewa, Honda bisa menguji pasar tanpa harus njual mati-matian. Jumlahnya pun terbatas hanya 300 unit – sebuah angka yang sangat kecil untuk ukuran Indonesia.
Harga estimasi jika dijual e:N1 di Indonesia berkisar Rp799-820 jutaan. Angka ini sangat mahal dibanding BYD Atto 3 yang dibanderol Rp475 juta. Makanya Honda pintar memilih skema sewa: konsumen gak perlu pusing soal depresiasi, Honda gak perlu pusing soal stok ngendon.
🔄 Super-N: Pengganti yang Lebih Sporty & Terjangkau
Honda tidak tinggal diam. Di Eropa, e:N1 akan digantikan oleh Super-N – sebuah hatchback listrik yang lebih sporty dan jauh lebih terjangkau dengan harga ditargetkan $27.000 (sekitar Rp430 jutaan).
Super-N dibangun di atas platform khusus EV generasi terbaru Honda. Desainnya lebih aerodinamis dan baterainya lebih efisien. Honda berharap model ini bisa membalas dendam atas kegagalan e:N1.
Sayangnya, belum jelas apakah Super-N akan hadir di Indonesia. Mengingat pasar hatchback listrik di sini masih didominasi MG4 EV dan BYD Dolphin, Honda harus berpikir keras soal harga. Kalau lebih dari Rp500 juta, ya sama nasibnya dengan e:N1.
📊 Spesifikasi Singkat Honda e:N1
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Motor | 201 hp (150 kW) |
| Torsi | 310 Nm |
| Baterai | 68,8 kWh |
| Jarak tempuh (WLTP) | 412 km |
| 0-100 km/jam | 8,8 detik |
| Harga Eropa (awal) | €47.590 (~Rp900 juta) |
| Harga Eropa (akhir) | €38.990 (~Rp730 juta) |
| Estimasi harga Indonesia | Rp799-820 juta |
| Skema di Indonesia | Sewa Rp22 juta/bulan (5 tahun) |
| Jumlah unit di Indonesia | Terbatas 300 unit |
👍 Kelebihan & 👎 Kekurangan Honda e:N1
Kelebihan
- Brand Honda – kepercayaan konsumen tinggi
- Desain HR-V – sudah terbukti disukai banyak orang
- Skema sewa di Indonesia – konsumen tidak perlu pusing depresiasi
- Kualitas bangun – standar Honda yang teruji
Kekurangan
- Harga terlalu mahal – Rp730-900 juta di Eropa
- Jarak tempuh pendek – 412 km kalah dari pesaing
- Performa biasa aja – 0-100 km/jam 8,8 detik
- Gagal total di Eropa – cuma laku 105 unit
- Di Indonesia cuma 300 unit – Honda tidak percaya diri jual massal
- Skema sewa Rp22 juta/bulan – total 5 tahun Rp1,32 miliar
⚡ Honda HR-V Listrik: Gagal Total di Eropa, Hati-hati di Indonesia
Honda e:N1 adalah bukti bahwa merek besar sekalipun bisa tersandung di era elektrifikasi. Harga terlalu tinggi dan spesifikasi kurang kompetitif membuat mobil ini gagal total di Eropa – hanya 105 unit terjual di Jerman sepanjang 2025 meskipun sudah dipangkas harga Rp170 juta.
Di Indonesia, Honda bermain aman dengan skema sewa terbatas 300 unit. Mereka tahu persis bahwa mobil ini tidak akan laku jika dijual biasa dengan harga Rp800 jutaan. Skema sewa Rp22 juta/bulan memang kreatif, tapi dalam 5 tahun konsumen habis Rp1,32 miliar tanpa memiliki mobil.
Pelajaran berharga: Di pasar EV yang makin panas, harga dan spesifikasi adalah segalanya. Konsumen tidak akan membayar mahal hanya karena gengsi merek.
Kesimpulan Ghibah: Honda kebakaran jenggot di Eropa. Di Indonesia, mereka cuma main aman dengan 300 unit sewaan. Kalau Honda masih mau main di EV, mereka harus turunkan harga drastis. Kalau tidak, siap-siap jadi penonton di era mobil listrik! 🔥
📰 Baca Juga Artikel Lainnya:
📑 Info Lengkap Seputar Otomotif:
© 2026 AP Motor – Honda e:N1 (HR-V listrik) dihentikan penjualannya di Eropa setelah 3 tahun. Penjualan di Jerman hanya 105 unit sepanjang 2025. Di Indonesia, hadir terbatas 300 unit dengan skema sewa Rp22 juta/bulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar