Hyundai Kona EV Terbakar di Gresik! Indikator Baterai Lemah, Muncul Overheat, Api Tak Bisa Dikendalikan APAR

🕒 Dipublikasikan: 23 April 2026 | ✍️ Editor: Ananta Prabhavasta 📍 GRESIK, JAWA TIMUR
Hyundai Kona EV terbakar di Gresik

📸 Hyundai Kona EV terbakar di Jl. Mayjend Sungkono, Gresik, pada 22 April 2026.

GRESIK – Sebuah unit Hyundai Kona EV mengalami kebakaran di Jl. Mayjend Sungkono, Gulomantung, Kebomas, Gresik, pada Rabu (22/4/2026). Insiden ini menjadi perhatian publik, mengingat mobil listrik masih tergolong baru di Indonesia.

Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini. Namun, peristiwa ini memicu pertanyaan besar: Apa penyebabnya? Dan apakah mobil listrik aman?

🔥 1. Kronologi Kebakaran Hyundai Kona EV di Gresik

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Damkarla Gresik, Suyono, melalui Perwira Piket Fathoni, berikut kronologi kejadian:

  • Pukul 11.20 WIB: Laporan kebakaran masuk ke Damkarla Gresik.
  • Sebelum kejadian: Pemobil bernama Alex melihat indikator baterai lemah.
  • 10 menit kemudian: Sistem kendaraan mendeteksi overheat (panas berlebih).
  • Tidak lama setelah itu: Muncul percikan api yang kemudian membesar.
  • Upaya pemadaman: Alex sempat berusaha memadamkan api menggunakan APAR, namun api tidak bisa dikendalikan.
  • Tim Damkarla tiba: 12 menit setelah laporan masuk.
  • Pukul 12.15 WIB: Api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

✅ Kabar baik: Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini. Pemilik selamat.

⚠️ 2. Kenapa API Tidak Bisa Dikendalikan dengan APAR Biasa?

Salah satu poin penting dari kejadian ini: APAR biasa tidak mampu memadamkan api yang berasal dari baterai lithium. Mengapa?

📌 Penjelasan teknis:

Baterai lithium mengalami thermal runaway — reaksi berantai di dalam sel baterai yang menghasilkan panas ekstrem dan gas mudah terbakar. APAR bubuk kering (ABC) atau CO2 tidak efektif karena api berasal dari dalam sel baterai, bukan dari luar. Bahkan, air pun tidak selalu ampuh dan bisa memperparah reaksi.

🔥 Fakta: Kebakaran baterai lithium bisa berlangsung hingga 6-24 jam dan bisa menyala kembali (re-ignite) setelah api tampak padam. Tim pemadam kebakaran biasanya harus merendam mobil dalam air atau menggunakan alat khusus untuk mendinginkan baterai.

❓ 3. Apakah Mobil Listrik Aman?

Pertanyaan besar yang muncul setelah insiden ini: Apakah mobil listrik aman? Jawabannya: Tetap aman, dengan catatan.

Statistik Keselamatan EV

Studi menunjukkan bahwa mobil listrik lebih jarang terbakar dibanding mobil bensin. Rasio kebakaran EV sekitar 25 per 100.000 unit, sementara mobil bensin 1.530 per 100.000 unit. Namun, jika terbakar, api baterai lithium lebih sulit dipadamkan.

⚠️

Tantangan EV di Indonesia

Cuaca panas Indonesia, kondisi jalan yang kurang mulus, dan kurangnya pengetahuan tentang perawatan baterai bisa menjadi faktor risiko tambahan. Edukasi publik tentang EV sangat diperlukan.

🛡️ 4. Tips Pencegahan & Tindakan Jika EV Terbakar

📌 Pencegahan:

  • Jangan mengisi daya baterai di suhu ekstrem (terlalu panas atau terlalu dingin).
  • Gunakan charger resmi dan sesuai spesifikasi.
  • Perhatikan indikator baterai dan suhu. Jika muncul peringatan, segera periksa.
  • Lakukan servis rutin di bengkel resmi.
  • Jangan memodifikasi sistem kelistrikan sembarangan.

📌 Jika Terjadi Kebakaran:

  • Segera keluar dari kendaraan dan pastikan semua penumpang selamat.
  • Jangan coba-coba memadamkan sendiri dengan APAR biasa (tidak efektif).
  • Jauhkan dari kendaraan dan hubungi pemadam kebakaran segera.
  • Informasikan ke petugas bahwa ini adalah kendaraan listrik dengan baterai lithium.
  • Jangan mendekati kendaraan selama beberapa jam setelah api padam — baterai bisa menyala kembali.

🏢 5. Belum Ada Pernyataan Resmi dari Hyundai

Hingga artikel ini diturunkan, Hyundai Motor Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden kebakaran Kona EV di Gresik. Beberapa warganet sudah mulai menandai akun resmi Hyundai (@hyundaimotorindonesia) di kolom komentar untuk meminta klarifikasi.

📌 Catatan: Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Apakah karena cacat produksi, kerusakan baterai, faktor eksternal, atau modifikasi? Publik menunggu kejelasan dari pihak berwenang dan Hyundai.

⚡ Kesimpulan: EV Tetap Aman, Tapi Edukasi Sangat Diperlukan

Insiden kebakaran Hyundai Kona EV di Gresik adalah pengingat penting bahwa kendaraan listrik bukan tanpa risiko. Namun, statistik menunjukkan EV lebih jarang terbakar dibanding mobil bensin.

Yang membedakan adalah konsekuensinya: kebakaran baterai lithium lebih sulit dipadamkan dan bisa memakan waktu berjam-jam. Edukasi publik tentang cara mencegah dan menangani kebakaran EV menjadi sangat krusial.

Pesan kami: Jangan panik, jangan takut berlebihan. Tapi belajarlah dari kejadian ini. Jika Anda pengguna EV, kenali kendaraan Anda. Jika Anda pemadam kebakaran, pelajari teknik memadamkan kebakaran baterai lithium.

Kesimpulan Ghibah: Mobil listrik bukan "barang setan" yang siap meledak kapan saja. Tapi bukan juga "superhero" yang kebal api. Tetaplah waspada dan teredukasi. 🔥

💬

Diskusi: Apakah Anda Masih Percaya dengan EV?

Bagaimana pendapat Anda tentang insiden ini? Apakah Anda masih percaya dengan keamanan mobil listrik? Atau justru semakin ragu? Tulis pendapat Anda di kolom komentar! ⬇️

Jangan lupa SHARE artikel ini ke grup WhatsApp komunitas otomotif! 🔥

#HyundaiKonaEV #KebakaranEV #MobilListrik #KeselamatanEV #BateraiLithium #GhibahOtomotif

© 2026 AP Motor - Insiden kebakaran Hyundai Kona EV di Gresik pada 22 April 2026. Kronologi berdasarkan laporan Damkarla Gresik dan akun @infogresik. Penyebab resmi masih menunggu investigasi lebih lanjut.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Database Artikel

    paling banyak dibaca

      Technical Research Division

      SPEEDOSCIENCE

      Comprehensive database for automotive engineering, aerospace physics, and high-velocity performance logs.

      LAND RECORDS
      AERO TECH
      MARINE DATA
      EXPLORE DATABASE