Skandal Molis MBG Rp1 Triliun Diduga Mark Up, Kepala BGN & 2 Wakilnya Ditangkap Kejagung
📸 Tersangka kasus korupsi BGN: Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya usai diperiksa Kejagung
Yang paling mencengangkan, 21.821 unit motor listrik (Molis) senilai sekitar Rp1 triliun diduga mengalami mark up (penggelembungan harga). Selain itu, Kejagung juga mengungkap pengadaan 32.000 pasang sepatu, 31.000 tablet, dan 5.400 unit televisi 75 inci yang tidak sesuai kebutuhan operasional MBG.
⚡ Molis MBG Rp1 Triliun Diduga Mark Up
Motor listrik menjadi sorotan utama karena jumlahnya mencapai 21.821 unit dengan nilai sekitar Rp1 triliun. Kejagung menduga terjadi penggelembungan harga (mark up) yang signifikan dalam pengadaan motor listrik yang seharusnya mendukung operasional program MBG.
👤 Kronologi: Dicopot Malam, Ditangkap Dini Hari
- Selasa, 2 Juni 2026 (malam) – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopot Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya dari jabatan mereka di BGN. Nanik S. Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru.
- Rabu dini hari, 3 Juni 2026 – Tim Penyidik Pidsus Kejagung menjemput paksa Dadan dan Lodewyk di kediaman masing-masing, sementara Sony ditangkap di sebuah hotel.
- Rabu siang, 3 Juni 2026 – Ketiganya menjalani pemeriksaan intensif sebagai saksi di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung.
- Rabu petang, 3 Juni 2026 – Status ketiganya dinaikkan menjadi tersangka dan langsung ditahan untuk 20 hari ke depan.
🗂️ Modus Operandi: Mark Up & Yayasan Afiliasi
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan dua modus utama yang dilakukan para tersangka:
- Pengaturan & Afiliasi Yayasan MBG – Program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan di setiap sekolah, namun para tersangka diduga menunjuk yayasan-yayasan yang tidak memenuhi syarat sebagai mitra SPPG. Yayasan yang mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari tersebut terafiliasi langsung dengan para tersangka (diketuai atau dimiliki oleh Dadan, Lodewyk, dan Sony).
- Intervensi terhadap PPK & Mark Up – Para tersangka diduga secara melawan hukum melakukan intervensi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga Kerangka Acuan Kerja (KAK) tidak disusun sesuai kebutuhan riil di lapangan. Akibatnya, terjadi penggelembungan harga (mark up) dalam sejumlah pengadaan barang, termasuk motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi.
👤 Pimpinan BGN Baru
⚖️ Pasal yang Disangkakan
- Pasal 603 dan Pasal 604 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP
- Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
🗣️ Pernyataan Resmi
"Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN. Jadi betul, yang dijemput paksa (dari rumah) itu dua orang (Dadan dan Lodewijk). Dan satu orang itu, atas nama Sony yang ditangkap di hotel."
— Mochamad Jeffry, Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung
"Presiden menginginkan ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal. Tidak ada korupsi, tidak ada penyimpangan."
— Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan (KSP)
📰 Baca Juga:
✅ Dampak Positif Penindakan
- Tegaknya hukum – pejabat negara yang korupsi ditindak tegas
- Penghematan anggaran negara – program MBG bisa lebih efisien ke depan
- Efek jera – peringatan bagi pejabat lain untuk tidak korupsi
- Koordinasi lintas lembaga – Kejagung, BPKP, Kemenkeu bekerja sama
❌ Catatan & Tantangan ke Depan
- Program MBG jangan terganggu – pergantian pimpinan bisa mempengaruhi operasional
- Pengadaan 21.821 unit Molis tidak berguna – diduga tidak sesuai kebutuhan
- Potensi kerugian negara besar – masih dalam penghitungan BPKP
- Anggaran MBG dipangkas – dari Rp335 T ke Rp268 T
⚡ Skandal Molis MBG: Uang Rakyat Harus Dikawal
Skandal korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi pengingat bahwa uang rakyat harus benar-benar dikawal. Tuduhan mark up pengadaan 21.821 unit motor listrik senilai Rp1 triliun plus sepatu, tablet, dan televisi 75 inci yang tidak sesuai kebutuhan adalah bukti lemahnya pengawasan di tahap awal.
Yang patut diapresiasi adalah tindakan cepat Presiden Prabowo dan Kejaksaan Agung. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, para pejabat yang diduga korupsi dicopot dan langsung ditangkap. Ini sinyal kuat bahwa pemerintah serius memberantas korupsi.
Ke depan, program MBG harus tetap berjalan dengan pimpinan baru. Pengawasan dari Kemenkeu, BPKP, dan Kejagung juga harus diperketat. Pantau terus AP Motor untuk update kasus ini!
📰 Rekomendasi Artikel Lainnya:
📑 Info Lengkap Seputar Otomotif dari AP Motor:
© 2026 AP Motor – Portal Otomotif Terpercaya | Sumber: Kejaksaan Agung, KSP, Mensesneg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar