Toyota Hiace (2014) 2.5 High Grade Commuter Jalur Nanjak: Simpang Sender hingga Gunung Sugih
TOYOTA HI-ACE COMMUTER 2014
Oleh: Komarudin, Sopir Travel Rute Bandar Lampung - Kotabumi
Assalamualaikum, namo saya Komar. Urang Lampung asli, tinggal di Tanjung Karang. Sudah 12 tahun nyupir travel, khusus rute Bandar Lampung ke Kotabumi, kadang nyampe Liwa. Ini mobil Hi-Ace putih tahun 2014, saya beli tahun 2017 dari kenalan di pasar mobil Rajabasa. Dari dulu sampai sekarang, dialah tulang punggung keluarga.
Raden (saya kasih nama Raden, biar kejawen-jawen gitu) ini setia banget. Setiap hari saya setor ke pemilik PO, jalan terus. Kadang penumpang nanya, "Pak Komar, kok mobilnya masih adem aja? Ini tahun berapa?" Saya jawab, "2014, Bu. Tapi ini Hi-Ace, bukan kaleng-kaleng."
Jalur Nanjak: Simpang Sender hingga Gunung Sugih
Lampung itu terkenal dengan jalan berbukit. Dari Bandar Lampung menuju Kotabumi, setelah Simpang Sender, nanjak terus. Apalagi pas mau masuk Gunung Sugih, jalannya naik turun. Banyak mobil travel lain yang ngos-ngosan, apalagi kalau muatan penuh. Saya mah santai aja. Mesin diesel 2.500 cc ini tarikannya galak. Begitu tanjakan, turunkan gigi ke 3, injak gas, langsung ngegas. Penumpang dari Jakarta sering komentar, "Wah Pak, kuat amat mobilnya." Saya bilang, "Iya nih, mesinnya bandel, makanya saya betah."
Musim Hujan di Lampung
Lampung kalau hujan, jalannya licin dan banyak genangan. Apalagi daerah Natar sampai Tegineneng, sering banjir kecil. Saya ingat awal tahun kemarin, hujan deres banget. Jalan raya hampir terendam. Banyak mobil mogok, takut nerabas. Saya pelan-pelan injak gas, Raden tetap jalan. Air sampai setengah ban, tapi dia nggak mati. Penumpang pada tenang, malah ada yang tidur. Itu karena suspensinya empuk dan kabinnya kedap air.
Kabin Luas buat Angkut Hasil Bumi
Travel di Lampung itu nggak cuma angkut orang, kadang angkut barang juga. Penumpang dari Kotabumi sering bawa oleh-oleh khas: kopi lampung, pisang, atau getuk. Bagasi belakang muat banyak. Saya pernah muat 14 orang plus 5 karung kopi, masih muat. Joknya juga empuk, orisinal dari pabrik. Saya rawat, joknya saya kasih sarung biar awet. Penumpang bilang, "Pak Komar, mobilnya bersih banget." Ya iyalah, ini kan kebanggaan saya.
Mesin Diesel yang Irit dan Galak
Raden ini mesinnya 2.494 cc, solar. Irit banget, sekali full tank bisa buat 2-3 kali putaran Bandar Lampung - Kotabumi. Di SPBU dekat Pasar Bambu Kuning, saya sering ngobrol sama sopir lain. Mereka heran, "Komar, kok irit amat mobilmu?" Saya cuma senyum, "Makanya, beli yang bener, jangan asal murah." Mesinnya juga halus, nggak berisik. Kadang penumpang kaget, "Ini diesel atau bensin, Pak?" Ya diesel, Bu, tapi mulus suaranya.
Oh iya, platnya BE (Bandar Lampung). Dulu sempat mau ganti, tapi saya pertahankan. Biar ngehits gitu, orang tahu ini mobil Lampung asli.
Baca juga:
- Cerita sopir travel bawa Veloz di Sumatera
- Test drive Veloz 2023, cocok buat keluarga
- Pengalaman Vario 160 di jalanan kota
- NMAX Turbo 2026, irit buat harian
- Daihatsu Rocky Hybrid, teknologi baru
- LCGC 2026, fenomena mobil murah
Pokoknya, buat kanca-kanca sopir travel di Lampung atau di mana pun, Toyota Hi-Ace 2014 ini memang juara. Dia nggak cuma mobil, tapi sahabat seperjalanan. Saya dan Raden sudah bertahun-together ngalonin jalanan Lampung, dari Tanjung Karang sampai Liwa, dan insyaallah masih panjang perjalanan kita.
Kalau suatu saat ente naik travel di Lampung dan ketemu Hi-Ace putih plat BE, mungkin itu saya. Langsung sapa aja, siapa tahu kita bisa ngopi di warung Tegineneng sambil ngobrolin mobil.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar