Bongkar Mitos! Penelitian Terbaru Buktikan Mobil Listrik Lebih Awet 18 Tahun dari Mobil Bensin, Biaya Servis Cuma 1 Jutaan?

Tabel perbandingan biaya servis dan masa pakai mobil listrik vs mobil bensin menurut penelitian terbaru.

Selama ini banyak dari kita yang masih ragu untuk beralih ke kendaraan listrik (EV) karena mitos soal baterai yang cepat rusak atau biaya perawatan yang mahal. Namun, sebuah penelitian terbaru dari Universitas Sains dan Teknologi Hanoi (BK AUTO) yang baru saja viral di media internasional, memberikan fakta mengejutkan yang mematahkan semua ketakutan tersebut. Hasil studinya jelas: Mobil listrik ternyata lebih "panjang umur" dan jauh lebih hemat biaya servis dibandingkan mobil bensin!

Penelitian ini tidak main-main karena berbasis pada data inspeksi dari 300 juta kendaraan. Hasilnya menunjukkan bahwa mobil listrik generasi terbaru memiliki masa pakai rata-rata hingga 18,4 tahun. Angka ini bahkan melampaui rata-rata daya tahan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) yang selama ini kita banggakan.

Mengapa Mobil Listrik Lebih "Sakti" di Usia Tua?

Data menunjukkan perbedaan yang sangat kontras saat kendaraan memasuki usia senja. Pada tahun ke-12 penggunaan, tingkat kegagalan komponen pada mobil bensin sudah menyentuh angka 81,3%, sedangkan mobil listrik masih bertahan di angka 62,7%. Bahkan saat masuk ke tahun ke-15, mobil bensin hampir bisa dikatakan "pensiun" dengan kegagalan 98,3%, sementara mobil listrik masih kokoh di 86,3%.

Kuncinya terletak pada mekanik yang lebih sederhana. Mesin bensin memiliki ribuan komponen bergerak yang saling bergesekan (piston, klep, kruk as) yang seiring waktu pasti akan aus. Sebaliknya, penggerak listrik hanya memiliki sedikit bagian yang bergerak, sehingga risiko kerusakan mekanis jauh lebih rendah.

Rahasia Rem Awet dan Suspensi Kokoh

Salah satu fakta paling unik dari penelitian ini adalah soal pengereman. Pada mobil bensin, saat menuruni bukit, suhu rem bisa melonjak hingga 147°C karena gesekan terus-menerus. Hal ini membuat cakram rem cepat tipis. Namun, mobil listrik menggunakan sistem Regenerative Braking, di mana motor listrik membantu pengereman sekaligus mengisi daya baterai. Hasilnya? Suhu rem hanya naik tipis dari 33°C ke 38°C. Ini adalah alasan mengapa kampas rem mobil listrik bisa bertahan jauh lebih lama.

Aspek Perbandingan Mobil Bensin (ICE) Mobil Listrik (EV)
Masa Pakai Rata-rata ~15 Tahun 18,4 Tahun
Biaya Servis (s/d 48rb KM) Rp 15 Jutaan (Estimasi) Rp 1,2 Jutaan (Estimasi)
Tingkat Kegagalan Thn ke-12 81,3% 62,7%
Suhu Rem (Turunan Bukit) 147°C (Panas Ekstrem) 38°C (Tetap Dingin)

Biaya Perawatan: Selisih 10 Kali Lipat!

Ini adalah poin yang paling krusial bagi kantong Kisanak. Dalam studi kasus nyata, pemilik mobil listrik seperti VinFast VF 6 hanya mengeluarkan biaya kurang dari Rp 1,2 Juta untuk perawatan rutin hingga jarak 48.000 km. Bandingkan dengan mobil bensin sekelasnya yang bisa menghabiskan hingga Rp 15 Juta untuk periode yang sama. Selisih ini tentu bisa Kisanak alokasikan untuk kebutuhan lain, seperti biaya sekolah atau investasi.

Kesimpulan: Apakah Sekarang Saatnya Pindah ke Listrik?

Data penelitian ini membuktikan bahwa kekhawatiran soal mobil listrik cepat "loyo" di masa tua hanyalah mitos masa lalu. Dengan masa pakai lebih dari 18 tahun dan biaya operasional yang sangat rendah, kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren lingkungan, melainkan investasi keuangan yang sangat cerdas untuk jangka panjang.

Simak juga kejutan dari pabrikan Jepang di ajang pameran otomotif terbesar tahun ini lewat artikel Yamaha Mengamuk di IIMS 2026 hanya di AP MOTOR!

Postingan Terkait

Database Artikel

    paling banyak dibaca

      Perawatan Mobil dan Servis Berkala | Fredrick Johanes | Bengkel Astra Daihatsu Cokro | Salam Tetoot

      Tonton di YouTube