Dedi Mulyadi: "Premanisme di Perlintasan Kereta Harus Berakhir!"
.
📸 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers bersama pihak rumah sakit terkait penanganan korban kecelakaan kereta Bekasi Timur.
"Seluruh jajaran Polres Bekasi Kota segera ambil tindakan hari ini. Ini permintaan saya sebagai Gubernur Jabar, tidak boleh lagi ada ormas, ada premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya," tegas Dedi .
Pemprov Jabar menggelontorkan Rp20 miliar untuk rumah sakit, santunan Rp50 juta per korban meninggal, dan Rp10 juta per korban luka. Palang pintu otomatis ditargetkan terpasang dalam seminggu .
🕊️ Update Korban: 16 Meninggal, 90 Luka-luka
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Meninggal dunia | 16 orang |
| Luka-luka | 90 orang |
| Sudah diperbolehkan pulang | 44 orang |
| Masih dalam perawatan | 46 orang |
| Penumpang KA Argo Bromo selamat | 240 orang |
Seluruh korban tewas adalah perempuan dewasa penumpang gerbong khusus wanita yang menjadi titik hantaman langsung KA Argo Bromo Anggrek . Korban terakhir yang meninggal adalah Mia Citra (25) yang sempat dirawat intensif di RSUD Bekasi .
🚫 "Tidak Boleh Ada Lagi Premanisme!"
"Seluruh jajaran Polres Bekasi Kota segera ambil tindakan hari ini. Ini permintaan saya sebagai Gubernur Jabar, tidak boleh lagi ada ormas, ada premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya. Saya pikir tingkat polsek aja bisa menyelesaikan itu."
— Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
💰 Rp20 M untuk RS, Rp50 Juta per Korban Meninggal
Pemprov Jabar tidak hanya berkoar, tapi juga mengucurkan dana besar:
- Rp20 miliar – stimulus untuk rumah sakit yang merawat korban .
- Rp50 juta per korban meninggal – santunan untuk keluarga korban .
- Rp10 juta per korban luka – diberikan kepada pasien yang kehilangan penghasilan .
- Rp3 miliar – bantuan untuk rumah sakit tipe D milik Kota Bekasi .
- Biaya perawatan – seluruh biaya rumah sakit ditanggung Pemprov Jabar .
🛤️ Palang Pintu Otomatis Target Seminggu, Flyover Jadi Solusi
Dedi Mulyadi juga menyoroti solusi jangka pendek dan panjang untuk perlintasan sebidang yang rawan.
Jangka pendek: Palang pintu pengamanan otomatis. "Dalam seminggu ini harus terpasang," tegas Dedi .
Jangka panjang: Pembangunan flyover. "Jalan akan ditutup atau seperti apa? Mau dibangun flyover. Setelah dibangun flyover baru dibuka lagi. Kalau sudah dibangun flyover maka tidak diperlukan lagi (penjagaan manual)," jelasnya .
Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo sebelumnya yang menyetujui pembangunan flyover di Bekasi dan mengalokasikan Rp4 triliun untuk perbaikan 1.800 perlintasan sebidang di Jawa .
🚨 Dedi Mulyadi: Premanisme di Perlintasan Harus Berakhir!
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tidak main-main. Ia menginstruksikan tindakan tegas terhadap oknum yang menguasai aset publik di perlintasan kereta. 16 nyawa melayang, 90 luka-luka – ini harga yang terlalu mahal .
Bantuan Rp20 miliar untuk rumah sakit, santunan Rp50 juta per korban meninggal, dan Rp10 juta per korban luka menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menangani dampak tragedi . Ditambah target palang pintu otomatis dalam seminggu dan rencana flyover sebagai solusi jangka panjang .
Kesimpulan Ghibah: Dedi Mulyadi berani! Instruksi tegas, dana mengucur, target jelas. Tinggal eksekusi di lapangan. Jangan sampai janji tinggal janji. Premanisme di perlintasan harus benar-benar dihapus! 🚨
Tidak ada komentar:
Posting Komentar