Biaya Operasional Membengkak, Pengusaha PO Bus Teriak Minta Tolong ke Pemerintah

Deretan bus di terminal

📸 Deretan bus di terminal – para pengusaha angkutan umum mengeluh biaya operasional terus membengkak

🕒 Dipublikasikan: 23 Mei 2026 | ✍️ Editor: Tim AP Motor 📍 JAKARTA
🚌 INDUSTRI BUS
BERITA INDUSTRI – Industri perusahaan otobus (PO) di Indonesia sedang berada dalam tekanan berat. Para pengusaha bus mulai angkat suara karena biaya operasional yang terus membengkak dari berbagai arah. Mulai dari kurs rupiah yang melemah, harga suku cadang melonjak, hingga rencana kenaikan tarif tol dan penerapan PPN 12 persen – semuanya dinilai semakin mencekik usaha transportasi darat.

Jika pemerintah tidak segera turun tangan, bukan tidak mungkin banyak perusahaan otobus yang akan tumbang dalam beberapa tahun ke depan.

💰 BBM dan Tol Habiskan 45 Persen Pendapatan

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia, Kurnia Lesani Adnan atau yang akrab disapa Sani, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan sudah sangat memberatkan para pengusaha bus. Menurutnya, biaya langsung seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tol bisa menghabiskan sekitar 40 hingga 45 persen dari total uang jalan armada.

Angka ini sangat besar jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Belum lagi harga kebutuhan harian seperti ban dan oli yang sudah melonjak hingga 20 persen akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Pelemahan rupiah membuat harga suku cadang impor ikut membengkak, sementara pendapatan dari tiket tidak bisa serta-merta dinaikkan.

Sani menyebut bahwa sebenarnya masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan pemerintah untuk membantu industri transportasi umum agar tetap bertahan. Dukungan bisa diberikan lewat insentif perpajakan, keringanan PPh badan, hingga tarif tol khusus untuk kendaraan angkutan umum. Sebab saat ini, biaya tol dan BBM menjadi komponen terbesar pengeluaran operasional armada bus.

📈 Inflasi 30 Persen, Pengusaha Menahan Kenaikan Tiket

Pemilik PO Sumber Alam, Anthony Steven Hambali, memberikan gambaran yang lebih konkret. Menurutnya, inflasi di industri angkutan bus sebenarnya sudah terkumpul hingga sekitar 30 persen. Namun para pengusaha masih berusaha menahan kenaikan tarif tiket demi menjaga penumpang tetap setia menggunakan jasa bus.

Di tengah kondisi seperti ini, para pengusaha bus merasa posisi mereka semakin sulit. Di satu sisi biaya operasional terus naik, namun di sisi lain mereka juga tidak bisa sembarangan menaikkan harga tiket karena khawatir penumpang beralih ke moda transportasi lain seperti kereta api atau pesawat terbang. Apalagi saat ini moda transportasi alternatif semakin mudah diakses dengan harga yang bersaing.

💥 Rencana PPN 12 Persen: Gong Penghancur Industri Bus

Anthony juga menyoroti kabar rencana kenaikan tarif tol yang disebut-sebut nantinya akan ikut dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jika hal itu benar terjadi, maka dampaknya bakal sangat terasa bagi pengusaha bus yang setiap hari mengandalkan jalan tol untuk perjalanan antarkota dan antarprovinsi.

Lebih dari itu, rencana kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 12 persen disebut Anthony sebagai "gong" yang bisa menjadi pukulan paling telak bagi industri bus. Sebab kenaikan pajak akan membuat harga suku cadang dan kebutuhan operasional lainnya ikut melonjak lebih tinggi. Padahal saat ini banyak komponen bus masih bergantung pada produk impor.

Sani menegaskan bahwa bisnis transportasi umum bukan lembaga sosial yang bisa terus menerus menanggung kerugian. "Kami berbisnis, bukan sosial. Jika tidak ada keuntungan, bagaimana kami bisa bertahan?" tegasnya. Menurutnya, jika pemerintah tidak segera memberikan insentif atau kebijakan yang meringankan, bukan tidak mungkin banyak perusahaan otobus akan tumbang dalam beberapa tahun ke depan.

🔧 Ban dan Oli Naik 20 Persen, Suku Cadang Ikut Melonjak

Data dari lapangan menunjukkan bahwa harga ban bus ukuran besar sudah naik hingga 20 persen dalam setahun terakhir. Oli pelumas juga mengalami kenaikan serupa. Suku cadang seperti kampas rem, filter udara, dan komponen mesin lainnya ikut melambung karena faktor kurs rupiah yang melemah. Para pengusaha bus kini harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk menjaga armada tetap layak jalan.

Kenaikan harga suku cadang ini juga berdampak pada biaya perawatan rutin yang sebelumnya sudah dianggarkan. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin beberapa PO akan mengurangi frekuensi perawatan, yang ujungnya berisiko pada keselamatan penumpang.

✅ Apa yang Diminta Pengusaha PO

  • Insentif perpajakan – keringanan PPh badan untuk perusahaan otobus
  • Tarif tol khusus – diskon untuk kendaraan angkutan umum
  • PPN tidak naik – agar harga suku cadang tidak ikut melonjak
  • Keringanan bea masuk – untuk suku cadang bus yang masih impor
  • Subsidi BBM bersyarat – untuk bus dengan trayek tertentu

❌ Ancaman Jika Tidak Ada Intervensi

  • Penurunan jumlah armada – banyak PO akan mengurangi unit bus
  • Kenaikan harga tiket – penumpang yang akan menanggung
  • Perawatan terhambat – berisiko pada keselamatan
  • Penutupan PO kecil – monopoli oleh pemain besar
  • Penumpang beralih moda – ke kereta atau pesawat

🚌 Nasib Bus Antarkota di Tangan Pemerintah

Industri bus antarkota berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, transportasi darat masih menjadi andalan jutaan masyarakat Indonesia untuk bepergian antarprovinsi. Di sisi lain, para pengusaha bus tidak bisa terus menerus menanggung beban biaya operasional yang terus membengkak.

Jika pemerintah tidak segera merespon dengan kebijakan yang berpihak pada angkutan umum, bukan tidak mungkin kita akan menyaksikan gelombang penutupan perusahaan otobus dalam beberapa tahun ke depan. Yang rugi bukan hanya pengusaha, tapi juga masyarakat yang bergantung pada layanan bus untuk mobilitas mereka.

Sudah saatnya pemerintah duduk bersama dengan pengusaha PO untuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Insentif perpajakan, tarif tol khusus, dan peninjauan ulang rencana kenaikan PPN menjadi tuntutan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi. Tanpa itu, bus antarkota bisa menjadi langka di jalanan Indonesia.

Pantau terus AP Motor untuk berita industri otomotif dan transportasi terbaru!

#BusAntarkota #PerusahaanOtobus #POBus #TransportasiDarat #TarifTol #PPN12Persen

© 2026 AP Motor – Portal Otomotif Terpercaya | Sumber: Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia, PO Sumber Alam

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Database Artikel

    paling banyak dibaca

      Technical Research Division

      SPEEDOSCIENCE

      Comprehensive database for automotive engineering, aerospace physics, and high-velocity performance logs.

      LAND RECORDS
      AERO TECH
      MARINE DATA
      EXPLORE DATABASE