Peugeot Polygon Debut, Setir Hypersquare Tanpa Layar Tradisional
Yang paling mencolok adalah setir Hypersquare berbentuk persegi dengan teknologi Steer-by-Wire (tanpa hubungan mekanis ke roda). Ditambah HUD Micro-LED 31 inci yang menggantikan layar sentuh tradisional – semua informasi dan kontrol ditampilkan di kaca depan.
🔲 Hypersquare: Setir Persegi Tanpa Kemudi Fisik
Inovasi paling radikal dari Polygon Concept adalah setir Hypersquare. Tidak seperti setir bundar pada umumnya, Hypersquare berbentuk persegi dengan teknologi Steer-by-Wire – artinya tidak ada hubungan fisik antara setir dan roda kemudi. Semua dikendalikan secara elektronik.
Keuntungan utama sistem ini adalah rasio kemudi variabel. Di kecepatan rendah (seperti parkir atau berbelok di bundaran), cukup seperempat putaran setir untuk berbelok penuh. Tidak perlu memutar setir seperti kapal. Di kecepatan tinggi, rasio menyesuaikan agar tetap stabil. Setir Hypersquare juga bisa dilepas dan diganti sesuai keinginan pengguna.
Untuk keamanan, Peugeot menyiapkan sistem duplikasi komponen dan dua baterai 12V cadangan. Jika satu sistem gagal, yang lain langsung mengambil alih. Teknologi ini akan mulai diterapkan di mobil produksi Peugeot pada tahun 2027.
📺 Tanpa Layar Sentuh, Semua di HUD 31 Inci
Peugeot Polygon Concept menghilangkan layar sentuh tradisional yang biasa ditemukan di dashboard. Sebagai gantinya, seluruh informasi dan kontrol diproyeksikan ke kaca depan menggunakan Micro-LED 31 inci (HUD). Kecepatan, navigasi, level baterai, hingga kontrol iklim semua ditampilkan langsung di pandangan depan pengemudi.
Di setir Hypersquare, terdapat empat touch pod di keempat sudutnya. Pengemudi bisa menggesek atau menekan pod tersebut untuk mengontrol berbagai fungsi tanpa melepas tangan dari setir. Desain ini mengurangi distraksi karena pengemudi tidak perlu menoleh ke layar tengah.
🚗 Desain Eksterior: Butterfly Doors & Atap Kaca Penuh
Dari sisi desain, Polygon Concept mengusung tampilan futuristik dengan pintu butterfly yang membuka ke atas – mirip mobil supercar. Atap menggunakan full glass canopy (kaca menyeluruh) tanpa pilar B, memberikan kesan kabin yang transparan. Mobil ini memiliki panjang kurang dari 4 meter (superkompak), ideal untuk perkotaan.
Lampu depan mempertahankan signature three-claw (tiga cakar) horizontal Peugeot dengan teknologi Micro-LED. Lampu belakang menggunakan full-width light bar besar yang bisa diprogram untuk menampilkan berbagai pola cahaya sesuai preferensi pemilik. Charging port dilengkapi mini screen untuk menampilkan level baterai.
Yang unik, ban Goodyear yang digunakan memiliki teknologi laser-engraving – bisa mengubah warna atau texture sesuai keinginan pengguna. Peugeot juga menampilkan tiga persona konsep dalam satu mobil: URBAN (sleek), PLAYER (sporty), dan EXPLORER (rugged).
♻️ Interior Sustainable: Jok Monofoam dari Bahan Daur Ulang
Peugeot Polygon Concept mengusung konsep keberlanjutan (sustainability) untuk interiornya. Jok menggunakan teknologi Monofoam – dipotong dari satu busa daur ulang. Pengemudi bisa memilih tingkat kekerasan jok sesuai preferensi. Material lainnya juga berasal dari daur ulang: cat dari ban bekas, kain jok dari kursi Peugeot bekas, dan plastik daur ulang yang dicetak 3D.
Konsep "transparent cabin" membuat kabin terasa lega meskipun ukuran mobil kompak. Tanpa pilar B dan atap kaca penuh, penumpang di dalam merasa seperti duduk di ruang terbuka.
⚡ Platform STLA Small: Listrik 100% dengan Jarak 500 km
Polygon Concept dibangun di atas platform STLA Small milik Stellantis – platform khusus untuk mobil listrik kecil. Platform ini mendukung baterai dengan kapasitas 37 hingga 82 kWh dan jarak tempuh hingga 500 kilometer (WLTP) untuk versi produksi nanti. Baterai yang digunakan adalah LFP dari CATL – lebih aman dan tahan lama.
Untuk versi produksi yang akan datang (Peugeot e-208 generasi ketiga), target jarak tempuhnya adalah 400-500 km. Ini lonjakan signifikan dari e-208 saat ini yang hanya sekitar 300-400 km.
📅 Kapan Masuk Produksi?
Peugeot Polygon Concept adalah laboratorium teknologi untuk generasi ketiga Peugeot 208 dan e-208. Tidak semua fitur konsep akan masuk ke produksi massal – misalnya pintu butterfly dipastikan tidak akan diproduksi. Namun teknologi Hypersquare (setir persegi + steer-by-wire) dan HUD Micro-LED akan mulai diterapkan di mobil Peugeot produksi pada tahun 2027.
Untuk pasar global, termasuk kemungkinan produksi di China melalui Dongfeng (mitra Stellantis di China). Peugeot belum mengonfirmasi apakah Polygon Concept atau turunannya akan masuk ke Indonesia. Namun dengan tren mobil listrik yang meningkat, bukan tidak mungkin Peugeot e-208 generasi baru akan hadir di Tanah Air.
📰 Baca Juga:
Layar curved 30 inci, mesin 261 hp, PHEV range 1.000 km+ 🚙 BAW 212 X Concept Debut SUV Off-road Modern
Penerus legenda 212 dengan sasis tangga dan varian PHEV 422 hp 🚗 iCar V23 Resmi Dijual Mulai Rp389,9 Juta
SUV listrik boxy dengan jarak tempuh 500 km
✅ Kelebihan Peugeot Polygon Concept
- Hypersquare + Steer-by-Wire – setir persegi tanpa hubungan fisik ke roda, rasio variabel
- HUD Micro-LED 31 inci – menggantikan layar sentuh tradisional, mengurangi distraksi
- Jarak tempuh hingga 500 km – cukup untuk penggunaan harian dan perjalanan jauh
- Platform STLA Small – khusus EV, efisien dan modern
- Material sustainable – cat dari ban bekas, jok dari busa daur ulang
- Pintu butterfly & atap kaca penuh – desain supercar dalam ukuran kompak
- Teknologi siap produksi 2027 – bukan sekadar konsep tanpa masa depan
❌ Kekurangan & Tantangan
- Masih konsep – fitur seperti pintu butterfly tidak akan diproduksi massal
- Steer-by-Wire butuh adaptasi – pengemudi perlu membiasakan diri dengan setir persegi
- Belum ada kepastian masuk Indonesia – Peugeot Indonesia masih fokus pada model SUV
- Harga diprediksi naik – teknologi canggih seperti HUD Micro-LED pasti mahal
- Keandalan steer-by-wire – meskipun sudah ada sistem cadangan, tetap ada kekhawatiran
- Ukuran superkompak (<4 meter) – mungkin kurang lega untuk keluarga
🚗 Peugeot Polygon Concept: Masa Depan Setir dan Kabin Digital
Peugeot Polygon Concept adalah gambaran masa depan mobil listrik kompak: setir persegi tanpa hubungan fisik ke roda, kabin tanpa layar sentuh, dan jarak tempuh 500 km. Hypersquare + Steer-by-Wire mengubah cara kita berinteraksi dengan mobil – cukup seperempat putaran untuk berbelok penuh, dan setir bisa dilepas sesuai keinginan.
Yang membedakan Polygon dari konsep lainnya adalah teknologinya siap produksi dalam waktu dekat. Peugeot sudah mengonfirmasi bahwa Hypersquare dan HUD Micro-LED akan mulai diterapkan di mobil produksi pada tahun 2027, dimulai dari Peugeot 208 / e-208 generasi ketiga.
Apakah Peugeot Polygon Concept akan masuk Indonesia? Masih terlalu dini untuk memastikan. Peugeot Indonesia saat ini lebih fokus memasarkan model SUV seperti 2008 dan 3008. Namun jika e-208 generasi baru diproduksi secara global, bukan tidak mungkin mobil ini akan hadir di Tanah Air, terutama dengan tren elektrifikasi yang terus meningkat.
Sambil menunggu produksi massal, kita bisa mengagumi desain futuristiknya melalui video walkaround di atas. Pantau terus AP Motor untuk update teknologi mobil terbaru dari Peugeot!
📰 Rekomendasi Artikel Lainnya:
📑 Info Lengkap Seputar Otomotif dari AP Motor:
© 2026 AP Motor – Portal Otomotif Terpercaya | Sumber: Beijing Auto Show 2026, Peugeot official
Tidak ada komentar:
Posting Komentar