Sopir Truk Amuk Petugas Dishub, Buntut Cegat Mobil Secara Mendadak Akibatkan Kecelakaan Beruntun.
📸 Suasana sopir truk emosi mengepung petugas Dishub di Palembang usai kecelakaan beruntun 4 kendaraan.
Belum ada korban jiwa, tapi emosi sopir truk meledak. Seorang sopir terlihat menendang motor petugas, sementara petugas lainnya berusaha menjauh dari kerumunan massa yang geram.
Sopir Truk Kepung Petugas Dishub, Berawal dari Pemberhentian Mendadak? Yuk kita bedah!
📋 Kronologi: Berawal dari Pemberhentian Mendadak
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Ibtu Hermanto, insiden terjadi pada Kamis, 30 April 2026. Kejadian bermula saat petugas Dishub memberhentikan sebuah mobil pikap secara mendadak di tengah jalan.
Pikap yang melaju dari arah pintu Tol Keramasan menuju Terminal Karya Jaya itu tiba-tiba berhenti. Akibatnya, sopir truk di belakang pikap terpaksa menginjak rem secara mendadak untuk menghindari tabrakan. Namun, truk di belakangnya tidak sempat mengantisipasi.
Terjadilah kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan: satu mobil pikap (yang diberhentikan petugas) dan tiga unit truk (dump truck Nissan BG-8032-LQ, truk Hino BE-8441-AUC, serta satu truk Hino lainnya).
| No | Jenis Kendaraan | Nomor Polisi |
|---|---|---|
| 1 | Mobil Pikap (dicegat Dishub) | Tidak diketahui |
| 2 | Dump Truck Nissan | BG-8032-LQ |
| 3 | Truk Hino | BE-8441-AUC |
| 4 | Truk Hino lainnya | Belum diketahui |
📰 Baca Juga Insiden Lalu Lintas Lainnya:
😡 Reaksi Sopir Truk: Emosi, Kepung Petugas, Tendang Motor
Usai kecelakaan terjadi, sopir truk yang belakangnya ringsek karena tertabrak dari belakang sontak naik pitam. Mereka merasa tindakan petugas Dishub yang memberhentikan pikap secara tiba-tiba di tengah jalan adalah biang kerok utama.
Dalam video yang beredar, terlihat sekumpulan sopir truk mengepung petugas Dishub yang berada di lokasi. Suasana semakin panas ketika seorang sopir terlihat menendang motor milik petugas. Petugas Dishub pun mencoba menjauh dan meninggalkan lokasi.
"Tidak puas hati" dengan kejadian tersebut, para sopir truk mendesak petugas untuk bertanggung jawab atas kerusakan kendaraan mereka. Namun saat polisi datang untuk melakukan olah TKP, hanya dua sopir truk yang masih berada di lokasi — sisanya telah membubarkan diri.
🔍 Polisi Olah TKP, Petugas Dishub Diduga Jadi Biang Kerok
Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun keempat kendalaman mengalami kerusakan.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Ibtu Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki peran masing-masing pihak. Namun dugaan sementara mengarah pada tindakan petugas Dishub yang memberhentikan pikap secara tiba-tiba di tengah jalan tanpa memberi peringatan yang cukup.
Jika terbukti, petugas Dishub tersebut bisa dijerat dengan pasal kelalaian lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan beruntun.
📰 Baca Juga Artikel Lainnya:
📑 Info Lengkap Seputar Otomotif:
🚛 Sopir Truk Emosi, Petugas Dishub Diduga Lalai
Insiden di Palembang ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara bukan hanya tanggung jawab sopir, tapi juga petugas di lapangan. Pemberhentian kendaraan secara mendadak di tengah jalan tanpa peringatan yang memadai adalah risiko besar yang bisa menyebabkan kecelakaan beruntun.
Belajar dari kejadian ini: petugas Dishub seharusnya memberhentikan kendaraan di tempat yang aman, bukan di tengah arus lalu lintas padat. Sopir truk yang emosi — meskipu dapat dipahami — juga tidak bisa membenarkan tindakan mengepung petugas dan menendang motor.
Kesimpulan Ghibah: Petugas Dishub harus dievaluasi prosedur kerjanya. Jangan sampai tindakan "sembrono" di lapangan merugikan banyak orang. Polisi harus segera mengusut tuntas dan bertindak adil. Kalau memang petugas yang bersalah, jangan dilindungi! 🚨
© 2026 AP Motor – Insiden kecelakaan beruntun di Palembang yang melibatkan 4 kendaraan. Pemicu diduga karena petugas Dishub memberhentikan mobil pikap secara mendadak. Sopir truk emosi mengepung petugas. Tidak ada korban jiwa. Polisi masih menyelidiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar