Gelombang Kritik Netizen: Green SM Disorot Pasca Insiden, Disebut Taksi 'Anomali' dan Problematik

VinFast Green SM Taxi yang tertabrak kereta Bekasi

📸 Mobil taksi listrik VinFast Green SM usai tertemper KRL. Insiden ini memicu gelombang kritik publik terhadap layanan taksi asal Vietnam tersebut.

🕒 Dipublikasikan: 28 April 2026 | ✍️ Editor: Ananta Prabhavasta 📍 JAKARTA, INDONESIA
🚨 LANTAS • KRITIK PUBLIK
JAKARTA – Layanan taksi listrik asal Vietnam, Green & Smart Mobility (Green SM), kini tengah menjadi sasaran empuk kritik tajam netizen di media sosial. Sorotan ini mencuat pasca serangkaian insiden lalu lintas yang melibatkan unit taksi perusahaan tersebut, termasuk peristiwa terkini yang menyita perhatian publik di wilayah Bekasi.

Pantauan di kolom komentar akun informatif populer, banyak warganet yang mengeluhkan frekuensi kecelakaan yang melibatkan armada taksi berwarna hijau tersebut. Sentimen publik yang tadinya melihat kehadiran taksi listrik ini sebagai inovasi ramah lingkungan, kini berbalik menjadi kekhawatiran terhadap keselamatan di jalan raya.

Green SM disebut sebagai "taksi anomali" yang problematik. Yuk kita bedah kritik netizen!

🟢 "Taksi Anomali" di Jalan Raya

Berbagai komentar negatif membanjiri unggahan terkait insiden tersebut. Sejumlah netizen menyebut armada ini sebagai "taksi anomali" karena seringnya terlibat dalam insiden tabrakan di wilayah Jakarta dan sekitarnya selama periode Maret hingga April 2026.

Beberapa poin keresahan yang disuarakan warganet antara lain:

  • Masalah Kompetensi Pengemudi – Banyak pihak menduga bahwa rekrutmen pengemudi kurang ketat, dengan asumsi bahwa pengemudi yang terbiasa dengan kendaraan manual (transmisi gigi) kini harus beradaptasi dengan kendaraan listrik (matic) yang memiliki karakteristik akselerasi berbeda.
  • Adaptasi Teknologi – Terdapat kekhawatiran bahwa pengemudi belum sepenuhnya memahami sistem kerja kendaraan listrik yang responsif, sehingga memicu kesalahan operasional (human error) di tengah kemacetan yang padat.
  • Pertanyaan Mengenai Regulasi – Tidak sedikit pula netizen yang mempertanyakan urgensi kehadiran operator taksi asing di tengah pasar transportasi online lokal yang sudah sangat kompetitif, terutama jika dibarengi dengan rekam jejak keselamatan yang dipertanyakan.

🕊️ Tragedi Bekasi: 14 Perempuan Meninggal

Insiden terbaru yang memicu gelombang kritik adalah kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Mobil VinFast Green SM mogok di rel perlintasan JPL 85, menyebabkan KRL tertemper, berhenti, lalu KA Argo Bromo Anggrek menghantam dari belakang.

Akibat kejadian ini, 14 orang penumpang KRL meninggal dunia – semuanya perempuan dewasa yang berada di gerbong khusus wanita. Sebanyak 84 orang mengalami luka-luka dan dirawat di delapan rumah sakit rujukan di Bekasi.

Publik menilai bahwa Green SM berkontribusi besar terhadap tragedi ini, karena armadanyalah yang menjadi pemicu awal rangkaian kecelakaan beruntun.

📉 Ancaman Reputasi dan Bisnis: "Setahun Lagi Bangkrut"

Kritik tajam dari pengguna media sosial bahkan sampai pada kesimpulan yang keras. Jika pola insiden ini terus berlanjut, reputasi Green SM di Indonesia akan tergerus. Salah satu netizen bahkan berani menyatakan bahwa "dalam setahun bisnis kalian akan bangkrut" jika isu keselamatan ini tidak segera dibenahi.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen Green SM terkait maraknya sorotan negatif ini. Bagi sebuah pemain baru yang ingin menanamkan kepercayaan di pasar Indonesia, tantangan utama mereka kini bukan lagi sekadar menghadirkan teknologi ramah lingkungan, melainkan bagaimana memastikan standar operasional prosedur (SOP) pengemudi berjalan sesuai dengan standar keamanan jalan raya nasional.

Apakah insiden ini merupakan cerminan dari kurangnya pelatihan, atau sekadar euforia teknologi yang belum dibarengi kesiapan SDM? Yang jelas, Green SM kini berada di bawah pengawasan ketat netizen yang menanti perbaikan kualitas layanan mereka.

🟢 Green SM: Dari Inovasi Jadi "Taksi Anomali"

Kehadiran Green SM awalnya disambut sebagai inovasi ramah lingkungan. Taksi listrik, hemat energi, modern. Tapi setelah serangkaian insiden – termasuk yang menewaskan 14 perempuan di Bekasi – publik mulai bertanya: seberapa aman layanan ini?

Netizen menyebut Green SM sebagai "taksi anomali". Bukan tanpa alasan. Frekuensi kecelakaan yang melibatkan armada hijau ini terbilang tinggi dalam dua bulan terakhir. Dari dugaan kompetensi pengemudi yang kurang, hingga adaptasi teknologi listrik yang belum matang.

Yang lebih mengkhawatirkan, Green SM belum memberikan respons memadai terhadap gelombang kritik ini. Publik menunggu perbaikan nyata, bukan sekadar pernyataan basa-basi.

Kesimpulan Ghibah: Green SM harus benahi SDM dan SOP sebelum celaka lagi. Jangan sampai teknologi hijau malah jadi petaka merah. Jika tidak, prediksi netizen "setahun lagi bangkrut" bisa jadi kenyataan. 🚨

#GreenSM #TaksiAnomali #KritikNetizen #VinFast #KecelakaanBekasi #LantasAPMOTOR #GhibahOtomotif

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Database Artikel

    paling banyak dibaca

      Technical Research Division

      SPEEDOSCIENCE

      Comprehensive database for automotive engineering, aerospace physics, and high-velocity performance logs.

      LAND RECORDS
      AERO TECH
      MARINE DATA
      EXPLORE DATABASE