Mobil Vinfast Andalan Green SM di Cap Problematik, Apakah Bermasalah Juga di Negaranya Sendiri?

📸 Mobil taksi listrik VinFast Green SM yang menjadi sorotan publik pasca insiden beruntun.

🕒 Dipublikasikan: 30 April 2026 | ✍️ Editor: Ananta Prabhavasta 📍 JAKARTA, INDONESIA
🔍 INVESTIGASI • GLOBAL
JAKARTA – Kehadiran mobil listrik asal Vietnam, VinFast, di pasar global maupun Indonesia sering kali menjadi sorotan hangat. Sebagai salah satu armada andalan yang sering dikaitkan dengan operasional ramah lingkungan — termasuk penggunaannya di layanan transportasi seperti Green SM — kendaraan ini belakangan sering dicap problematik oleh sebagian kalangan.

Bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan publik, dalam kurun Januari–April 2026 saja, taksi listrik Green SM (yang seluruh armadanya menggunakan mobil VinFast) tercatat terlibat dalam setidaknya 6 insiden kecelakaan — mulai dari menabrak restoran, menyangkut di pembatas jalan, hingga yang paling fatal: mogok di rel perlintasan Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang. Publik pun menjulukinya sebagai "taksi anomali" yang problematik.

Namun, apakah masalah-masalah yang menimpa VinFast ini hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, atau justru sudah menjadi catatan sejak di negara asalnya? Mari kita lacak data, fakta, dan rekam jejak insiden dari kendaraan ini di berbagai negara.

📋 Rentetan Kasus dan Penarikan Kembali (Recall) di Vietnam

Di pasar domestik Vietnam, VinFast bukanlah tanpa masalah. Produsen mobil yang berada di bawah naungan Vingroup ini beberapa kali harus melakukan recall atau penarikan kembali demi alasan keselamatan dan perbaikan kualitas.

1. Kasus Baut Rem (Februari 2023)

VinFast terpaksa menarik kembali sebanyak 2.781 unit model VF 8 di Vietnam. Penarikan ini dilakukan karena adanya potensi masalah pada baut yang menghubungkan front brake caliper ke steering knuckle. Menurut laporan regulator, baut tersebut berisiko mengendur saat kendaraan beroperasi dan mengurangi efektivitas pengereman.

2. Masalah Sensor Airbag (Oktober 2022)

Sebanyak 730 unit model VF e34 di Vietnam juga sempat di-recall oleh pabrikan. Investigasi menemukan adanya ketidakcocokan antara sensor tabrakan samping (crash sensor) dengan pengontrol airbag yang berpotensi mengirimkan sinyal keliru ke pengontrol.

3. Kasus Perangkat Lunak Indikator (Maret 2024)

VinFast tercatat harus menarik hampir 6.000 unit kendaraan listrik model VF 5 Plus untuk memperbaiki perangkat lunak pada lampu depan dan sistem indikator otomatis yang tidak berfungsi optimal.

Tahun Model Masalah Jumlah Unit
Feb 2023VF 8Baut rem kendur2.781 unit
Okt 2022VF e34Sensor airbag730 unit
Mar 2024VF 5 PlusSoftware indikator~6.000 unit

🇺🇸 Kasus dan Investigasi di Pasar Internasional (Non-Indonesia)

Tidak hanya di dalam negeri, sepak terjang VinFast di luar negeri juga diwarnai dengan berbagai investigasi resmi dari badan keselamatan lalu lintas.

1. Investigasi Sistem ADAS di Amerika Serikat (2024–2025)

Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) menyelidiki dan mewajibkan recall (Recall No. 25V559000) terhadap 6.314 unit VinFast VF 8 (model 2023–2025). Masalah terjadi pada fitur Lane Keeping Assist (LKA) yang terlalu agresif di tikungan lebar atau tajam, di mana sistem memberikan koreksi kemudi mendadak yang sulit dikendalikan oleh pengemudi.

2. Masalah Airbag di Pasar Ekspor Amerika Serikat (2024)

NHTSA juga mengeluarkan dua kali recall keselamatan untuk model VF 8 di AS, yakni pada Desember 2024 terkait airbag tengah yang dapat mengembang tidak semestinya dan membahayakan lengan pengemudi (Recall No. 24V933000), serta recall pada Mei 2024 terkait komponen ignitor yang tidak aktif pada sistem airbag (Recall No. 24V369000).

3. Kontroversi Pelaporan Kritik Konsumen (Mei 2021)

Di masa-masa awal produksi mobil, VinFast pernah menuai sorotan negatif global setelah melaporkan seorang kreator konten/YouTuber asal Vietnam ke pihak kepolisian karena mengunggah video ulasan yang berisi keluhan terhadap kualitas mobil. Langkah ini memicu perdebatan panjang di media internasional.

📌 Kesimpulan: Masalah VinFast Bukan Monopoli Indonesia

Berdasarkan pelacakan data, masalah yang dialami oleh VinFast bukanlah monopoli pasar luar negeri. Berbagai cacat produksi mulai dari kegagalan mekanis pengereman, sensor, hingga perangkat lunak (ADAS) juga terjadi di negara asalnya, Vietnam, serta di pasar internasional seperti Amerika Serikat.

Sebagai kendaraan yang menjadi tulang punggung mobilitas modern dan layanan transportasi seperti Green SM, perbaikan pada standar kualitas, inspeksi komponen, dan respons cepat terhadap keluhan pelanggan menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Kesimpulan Ghibah: VinFast tidak bisa terus menerus berlindung di balik label "mobil listrik ramah lingkungan" jika kualitas dan keselamatan masih dipertanyakan. Dari Vietnam ke AS, dari recall massal hingga investigasi NHTSA — polanya jelas. Green SM dan VinFast harus segera benahi diri. Jika tidak, prediksi netizen "setahun lagi bangkrut" bisa jadi kenyataan! 🚨

#VinFast #GreenSM #TaksiAnomali #RecallVinFast #NHTSA #GhibahOtomotif

© 2026 AP Motor – Investigasi global VinFast: recall massal di Vietnam (baut rem, sensor airbag, software) dan investigasi NHTSA di AS (ADAS, airbag). Mobil andalan Green SM ini memang problematik, bukan cuma di Indonesia.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Database Artikel

    paling banyak dibaca

      Technical Research Division

      SPEEDOSCIENCE

      Comprehensive database for automotive engineering, aerospace physics, and high-velocity performance logs.

      LAND RECORDS
      AERO TECH
      MARINE DATA
      EXPLORE DATABASE