Pasca Tragedi Kereta Bekasi, Ditjen Hubdat Inspeksi Mendadak ke Pool Green SM

📸 Tim Dirjen Perhubungan Darat saat melakukan inspeksi di pool taksi Green SM, Bekasi, Selasa (28/4/2026) malam.

🕒 Dipublikasikan: 29 April 2026 | ✍️ Editor: Tim Redaksi 📍 BEKASI, JAWA BARAT
🚨 LANTAS • INSpeksi
BEKASI – Pasca tragedi maut di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 penumpang kereta, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan bergerak cepat. Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan ke pool taksi Green SM di Bekasi, Selasa malam (28/4/2026).

Inspeksi dipimpin langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan. Tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap armada taksi listrik yang menjadi pemicu awal tabrakan beruntun tersebut.

Fokus pemeriksaan: kelengkapan administrasi, kelaikan teknis kendaraan, kesiapan operasional armada, serta elemen keselamatan lainnya. Ini langkah tegas Kemenhub!

🔍 Inspeksi Mendadak di Pool Green SM Bekasi

Tim Ditjen Hubdat tiba di lokasi pool taksi Green SM yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa malam. Inspeksi dilakukan secara mendadak untuk memastikan bahwa seluruh unit armada yang beroperasi di jalan raya telah memenuhi standar teknis dan legalitas yang berlaku.

Dalam inspeksi tersebut, tim menitikberatkan pemeriksaan pada beberapa poin krusial, di antaranya kelengkapan administrasi (verifikasi keabsahan dokumen perizinan operasional perusahaan), kelaikan teknis kendaraan (check menyeluruh terhadap kondisi fisik dan performa kendaraan), serta kesiapan operasional (menilai kesiapan manajemen dalam menjaga performa armada secara rutin).

Inspeksi ini merupakan tindak lanjut dari tragedi Senin malam (27/4/2026) di perlintasan JPL 85, di mana mobil taksi VinFast Green SM mogok di rel dan menyebabkan tabrakan beruntun antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

📋 Langkah Lanjutan: Pendalaman di Kantor Pusat Kemayoran

Inspeksi di lokasi pool Bekasi hanyalah langkah awal dari rangkaian pengawasan. Pihak Ditjen Hubdat menyatakan akan segera melakukan pendalaman lebih lanjut di kantor pusat Green SM yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta. Data yang dikumpulkan dari pemeriksaan ini akan dianalisis secara komprehensif untuk menentukan langkah strategis berikutnya.

Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, sebelumnya telah membentuk tim khusus untuk mendalami seluruh aspek operasional perusahaan taksi tersebut. "Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Green SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum," ujar Aan di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan data aplikasi Siprajab, taksi bernomor polisi B 2864 SBX yang terlibat kecelakaan tercatat memiliki izin operasional taksi reguler yang masih berlaku hingga Oktober 2026. Perusahaan juga telah mengantongi sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).

⚠️ Sanksi Menanti Jika Terbukti Langgar Aturan

Aan menegaskan bahwa pemenuhan dokumen di atas kertas saja tidak cukup. Kemenhub akan mengaudit ulang implementasi keselamatan di lapangan, terutama terkait kelaikan kendaraan dan kompetensi pengemudi.

"Selanjutnya, kami akan mengaudit kembali elemen-elemen standar manajemen keselamatan yang wajib dipenuhi perusahaan angkutan umum. Jadi kami akan melihat kembali bagaimana standar manajemen keselamatan dijalankan di lapangan oleh perusahaan ini," tegasnya.

Kemenhub juga membuka peluang untuk menjatuhkan sanksi administratif berat jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Perhubungan terkait keselamatan dan penyelenggaraan angkutan orang. Sanksi tersebut bersifat proporsional, mulai dari surat peringatan, pembekuan izin sementara, hingga yang paling berat berupa pencabutan izin operasional.

"Hasil dari audit ini akan menjadi dasar bagi kami untuk memberikan rekomendasi, apakah perusahaan perlu melakukan perbaikan mendasar pada sistem keselamatan atau jika diperlukan, pemberian sanksi administratif sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar perwakilan Ditjen Hubdat.

🚨 Langkah Tepat, Eksekusi Harus Konsisten!

Inspeksi mendadak Ditjen Hubdat ke pool Green SM adalah respons cepat yang patut diapresiasi. Setelah tragedi yang merenggut 16 nyawa, tidak boleh ada lagi ruang bagi kelonggaran standar keselamatan.

Yang terpenting sekarang adalah konsistensi eksekusi. Jangan sampai inspeksi ini hanya jadi seremonial belaka. Jika ditemukan pelanggaran, jatuhkan sanksi maksimal — termasuk pencabutan izin operasional jika terbukti Green SM lalai dalam menjaga keselamatan armadanya.

Publik menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji. Keselamatan penumpang dan masyarakat tidak bisa ditawar! 🚨

#DitjenHubdat #InspeksiGreenSM #Kemenhub #GreenSM #KecelakaanBekasi #KeselamatanTransportasi #GhibahOtomotif

© 2026 AP Motor – Ditjen Hubdat Kemenhub lakukan inspeksi mendadak ke pool taksi Green SM di Bekasi, Selasa (28/4/2026) malam. Inspeksi berfokus pada kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta elemen keselamatan lainnya. Pendalaman lanjutan akan dilakukan di pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Database Artikel

    paling banyak dibaca

      Technical Research Division

      SPEEDOSCIENCE

      Comprehensive database for automotive engineering, aerospace physics, and high-velocity performance logs.

      LAND RECORDS
      AERO TECH
      MARINE DATA
      EXPLORE DATABASE